Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

This Time, I Write for You

“Cinta tak perlu pengorbanan. Pada saat kau mulai merasa berkorban, pada saat itu cintamu mulai pudar..”
− Sujiwo Tejo
Sebenarnya ini bukanlah kali pertama keinginan menulis untukmu muncul. Sudah beberapa kali aku menepis hasrat ingin menulis tentangmu. Bukan karena apa-apa, seorang teman pernah bertanya padaku apakah aku menulis untuk siapa saja.
“Tidak,” begitu jawabku lugu.
Seiring dengan bergulirnya waktu, kudapati diriku sering menulis untuk mereka yang singgah dan meninggalkan bekas dalam hidupku. Jadi kalau sekarang aku menulis untukmu, ketahuilah. Tak perlu rasanya aku berdamai dengan prinsip yang kuanut selama ini. Lewat tulisan ini, aku harap kamu tahu kalau sebenarnya kamu sudah mengisi keenam lobus hatiku (mencoba merayu, tapi beginilah).
Tak perlu terbang ke awan karena aku membiarkan dirimu masuk dalam “Hall of Fame” kehidupanku. Tapi tak perlu merasa kecil juga, mengingat aku pernah menulis untuk seorang teman lama dan sekarang malah menulis untukmu. Aku memang suka menul…

Postingan Terbaru

Untuk Semua yang Pernah Singgah dan Memberi Warna

Berani Jujur meskipun Rapuh

Lessons Learnt in 2015

Judul?

Urine

22